Hamli tak pernah mengira, keputusannya untu menerima beasiswa pemerintah Belanda demi melanjutkan sekolah ditentang oleh orang tuanya. Oramg tua yang justru dia diharapkan akan mendukung sepenuh hati. Namun, adat minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita-citanya.
Selat datang di dunia yang tidak pernah kalian bayangkan. Dimana rasa ingin tahu, proses belajar, menyatu dengan kepolosan, kenakalan, hingga isengnya dunia anak-anak. Selamat datang di sebuah petualangan hebat, ketika persahabatan, pengorbanan, dan pemahaman yang baik atas kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria terus melekat hingga mereka tumbuh dewasa.
Khadijah terpaku. Mulutnya tak mampu mengucapkan kata itu. Sebuah kata yang berawalan huruf " Mim". Kata itu ternyata mengandung makna yang dalam. Sebuah kata yang diibaratkan sebagai kunci, rumus, dan juga sandi.
" Gelap! Melati hanya melihat gelap, hitam. Kosong, tak ada warna. Senyap! Melati hanya mendengar senyap, sepi, sendiri, tak ada nada.Buku ini akan membuat anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi orang yang merugi karena tidak mendapatkan ilmu dari buku ini.
" Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku. memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan nafas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib.
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah dibelahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan cinta.
Novel yang keras dan menyentuh. Tentang anak manusia yang apa adanya. Aku berharap jadi si gigi kelinci mencintai dan dicintai jadi bidadari syurga. Satu hal yang bagus dari cerita ini : meraih surga dan dunia dengan sederhana.
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin…
Di Negeri di ujung tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di negri di ujung tanduk para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. Dinegeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Tetapi setidaknya, kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.