Novel tentang bacaan sholat anan 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Nilai keikhlasan dengan halus dijalin pengarangnya kedalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak-balik ke lhok nga itu.
Selat datang di dunia yang tidak pernah kalian bayangkan. Dimana rasa ingin tahu, proses belajar, menyatu dengan kepolosan, kenakalan, hingga isengnya dunia anak-anak. Selamat datang di sebuah petualangan hebat, ketika persahabatan, pengorbanan, dan pemahaman yang baik atas kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria terus melekat hingga mereka tumbuh dewasa.
" Gelap! Melati hanya melihat gelap, hitam. Kosong, tak ada warna. Senyap! Melati hanya mendengar senyap, sepi, sendiri, tak ada nada.Buku ini akan membuat anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi orang yang merugi karena tidak mendapatkan ilmu dari buku ini.
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah dibelahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan cinta.
Novel yang keras dan menyentuh. Tentang anak manusia yang apa adanya. Aku berharap jadi si gigi kelinci mencintai dan dicintai jadi bidadari syurga. Satu hal yang bagus dari cerita ini : meraih surga dan dunia dengan sederhana.
Di Negeri di ujung tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di negri di ujung tanduk para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. Dinegeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Tetapi setidaknya, kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.
Dalam hidup ini, ada banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah terjawab. Sayangnya, novel ini juga tidak bisa memberikan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan itu. Novel ini ditulis hanya untuk menyediakan pengertian yang berbeda, melalui sebuah kisah keluarga hebat di pantai yang elok. Semoga setelah membacanya, kita akan memiliki satu ruang kecil yang baru dihati, mari ki…
Laisa adalah sulung dari lima bersaudara. Dia bersumpah akan memberikan kesempatan pada adik-adiknya untuk menjadi orang-orang yang hebat. Sumpah yang membuat terang-benderang seluruh kisah ini.
Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sunggguh bagai makaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladabn tanpa mengharap budi sekali pun . Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar peras…